Dilema dan Peranan Strategis Pendidikan Agama di Sekolah

Dilema dan Peranan Strategis Pendidikan Agama di Sekolah

Dilema dan Peranan Strategis Pendidikan Agama di Sekolah

www.mobricks.com – Pendidikan agama di sekolah memang memiliki peranan strategis di dalam mewujudkan fungsi dan juga tujuan dari pendidikan nasional. Hal yang demikian ini tentu selaras dengan amanat UUD no 20 2003 mengenai sisdiknas.

Dilema dan Peranan Strategis Pendidikan Agama di Sekolah

Ketercapain fungsi dan juga tujuan itu tidaklah pernah terlepas dari peran pendidikan agama, sebagaimana termasuk di dalam pasar 2 no 55 2017 mengenai pendidikan agama. Terkadang ada juga yang mempertanyakan urgensi peranan pendidikan agama, saat ada siswa terbukti melanggar, norma masyarakat atau pun agama. Padahal guru pendidikan agama tak pernah ada hentinya mengingatkan pada siswa atau peserta didik tersebut agar taat beribadah dan juga memiliki budi pekerti luhur di kehidupan sehari-hari.

Realitasnya, peserta didik terkadang juga jadi kebingungan sebab materi yang mereka dapatkan di sekolah acap kali berbeda dengan kenyataan yang dilihat di masyarakat. Pertama adalah adab berpakaian, pada materi pendidikan agama Islam membahas mengenai adab dalam berpakaian, tetapi guru pendidikan agama mendidik peserta didik untuk bisa menutup aurat, akan tetapi mereka lihat fakta berbeda di lapangan. Dan kedua adalah ketaatan, peserta didik diajarkan untuk mentaati peraturan lalu lintas, tapi faktanya tak sedikit pelajar berkendaraa dengan melanggar peraturan tersebut, dan masih ada banyak lagi yang lainnya.

Kompetensi inti di sekolah

Pertama adalah pembentukan akhlak mulai pada lingkup sekolah, tak hanya jadi tugas para guru pendidikan agama dan juga PKn saja, akan tetapi juga jadi tanggung jawab guru semua mata pelajaran yang ada. Kurikulum 2013 mengamanatkan pada guru semua mata pelajaran yang mengaitkan empat kompenen inti, diantaranya sikap social, spiritual, pengetahuan, dan juga keterampilan. Kedua adalah dukungan dari masyarakat. Jika masyarakat bisa mendukung lewat cara memberi teladan baik, contohnya saja dengan membuang sampah di tempatnya, berbusana menutup aurat, berlaku jujuur, dan tertib berlalu lintas, dengan sendirinya peserta didik tersebut menirukan perilaku itu. Bahkan bila sudah jadi kebiasaan anak, hal tersebut akan jadi karakter.

report text Dan yang ketiga adalah seleksi berita atau tayangan pada media masa. Peranan media masa, khususnya untuk media elektronik ini memang sangat berpengaruh sekali pada perilaku anak. Sebab itulah, pemilik media jangan hanya pentingkan aspek bisnis semata, tetapi juga nasib anak bangsa. Di sini peran penting KPID untuk dapat mengontrol media agar pemberitaannya dapat mengedukasi dan juga mencerahkan. Dan yang terakhir adalah sinergitas antara pemangku kepentingan serta keteladanan pejabat pemerintah yang nantinya akan jadi rujukan masyarakat, termasuk buat peserta didik.

Demikianlah tadi informasi tentang dilema dan peranan strategis pendidikan agama di sekolah yang bisa kami bagikan. Semoga saja bermanfaat.

Baca Juga :