Category Archives: Pendidikan

Kurikulum Akuntansi Keuangan Publik Harus “Update” Situasi Terkini

Mobricks.com – Tujuan akuntansi publik adalah memberikan pelayanan kepada publik (non profit oriented). Di sisi lain, akuntansi bisnis bertujuan untuk maksimalisasi laba (profit oriented).

“Karena tujuan pendiriannya berbeda, pasti akuntansinya berbeda. Ada beberapa hal yang menyebabkan keduanya berbeda, diantaranya adalah motif pendirian dan sumber pendanaan yang berbeda,” ujar Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Yogyakarta, Irwan Taufiq Ritonga, pada focus group discusion ‘Kurikulum Akuntansi Keuangan Publik’ di Surabaya, Selasa (4/4/2017).

Irwan menambahkan, selain itu perbedaan motivasi dan latar belakang pendirian entitas, cara pencapain tujuan entitas, dan sumber pendanaan entitas juga menjadi penyebabnya. Semua itu berimplikasi terhadap pengelolaan keuangan entitas publik dan entitas bisnis.

Adapun aspek pengelolaan keuangan yang terimplikasi, antara lain pada aspek perencanaan dan penganggaran, serta akuntansi meliputi akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, maupun analisis laporan keuangan juga dinilai berbeda.

Sementara itu, Guru Besar FEB UGM, Prof Abdul Halim berpandangan bahwa akuntansi publik dan akuntansi bisnis berasal dari dua hulu berbeda. Oleh karena itu, menurut dia, penggunaan kata “sektor” pada akuntansi sektor publik atau akuntansi sektor pemerintahan seolah mengecilkan akuntansi pada organisasi ini.

“Fenomena ini seolah-olah menunjukkan akuntansi publik merupakan cabang dari suatu dunia akuntansi yang lebih besar. Seharusnya penyebutan paling tepat adalah akuntansi publik, yaitu dengan menghilangkan kata sektor. Bahwa, akuntansi publik adalah akuntansi yang memiliki hulu sendiri yang terpisah dari hulu akuntansi bisnis,” kata Ketua Program Magister Akuntansi UGM itu.

Bersifat general

Diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Dosen Akuntansi Sektor Publik (FDASP) bekerjasama dengan Jurusan Akuntansi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur itu mengkritisi perjalanan kurikulum akuntansi keuangan publik. www.pelajaran.co.id/

Grup diskusi ini juga menghadirkan narasumber lain, di antaranya Rahmadi Murwanto dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Dr Syukri Abdullah dari Universitas Syiah Kuala, Prof. Indra Bastian (UGM), Dr Ihyaul Ulum (UMM), serta Dr Indrawati Yuhertiana (UPN). FGD ini diikuti oleh 50 dosen dari 50 PTN/PTS di Indonesia.

Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Kompartemen Pendidik, Prof Nunuy Nur Afiah mengaku mengapresiasi langkah FDASP meng-update kurikulum akuntansi sektor publik sesuai kebutuhan para pemangku kebijakan. Nunuy menjelaskan, kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk program studi sarjana (S1) bersifat general.

Namun demikian, program studi di universitas masing-masing dapat menyusun mata kuliah pilihan (konsentrasi) sesuai learning outcome yang ingin dicapainya.

“Saya berharap penyusunan kurikulum akuntansi keuangan publik ini dapat menghasilkan rumusan kurikulum yang update dengan kondisi terkini,” kata Guru Besar Universitas Padjajaran Bandung itu.

Baca Juga:

Lulusan Ilmu Komunikasi, Mau Dibawa ke Mana?

Lulusan Ilmu Komunikasi, Mau Dibawa ke Mana?

mobricks.com – Bagaimana melihat kondisi umpama jamur di musim hujan, ketika nyaris seluruh perguruan tinggi di Indonesia mutakhir menghadirkan fakultas/program studi/jurusan ilmu komunikasi? Apakah ini surplus, ataukah defisit, dengan kebutuhan riil di lapangan?

Jika memang defisit, kenapa faktanya para ahli komunikasi publik kampiun, sebut di televisi nasional tak selalu jurusan ilmu komunikasi –sebut saja Tina Talisa yang berlatar pendidikan dokter gigi, atau Pemred Kompas TV Rosiana Silalahi yang alumni Sastra Jepang.

Sebelum menjawab prolog pertanyaan tersebut, ada dua baseline yang harus difahami bersama. Pertama, ilmu komunikasi pada dasarnya adalah derivatif dari fakultas ilmu sosial politik di berbagai perguruan tinggi negeri terkemuka di negeri ini.

Secara historis, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik –dengan mother of skills-nya ilmu hukum– adalah bidang ilmu yang sudah eksis sejak zaman Belanda. Bahkan, banyak perguruan tinggi di Indonesia yang dibuka dengan seputaran ilmu sosial tersebut.

Karenanya, sebagai sebuah ilmu turunan, ilmu komunikasi menjadi sebuah cabang ilmu relatif baru, dalam proses in making, serta masih butuh dayungan ilmu atas aras zaman agar menjadi salah satu cabang ilmu yang mapan dan kontributif.

Kedua, ilmu komunikasi adalah bidang ilmu inklusif; Siapapun bisa menjadi pelaku profesinya sekalipun berasal dari jurusan tak berkaitan. Hal yang membedakan misalnya dengan profesi pengacara, jaksa, dan hakim yang hanya bisa oleh lulusan sarjana hukum.

Saking cairnya bidang ini, muncul sebutan IPB sebagai Institut Publisistik/Penyiaran Bogor karena banyaknya lulusan kampus agribisnis tersebut kemudian berprofesi sebagai praktisi komunikasi massa handal dan berpengalaman.

Secara praktis, terutama di bidang profesi media massa, kondisi ini wajar saja jika mengingat rubrikasi di media massa sangat beragam. Dari mulai ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, hingga olahraga, yang kemudian menjadi relevan bagi latar ilmu yang majemuk.

Nah, ini tambah menarik, ketika ada proses sertifikasi terkait, semisal uji kompetensi wartawan (UKW), Dewan Pers pun tidak melihat latar pendidikan peserta. Selama diizinkan kantor dan lulus materi UKW terkait kewartawanan, peserta dari disiplin ilmu apapun bisa meraihnya.

Dengan dua titik pijak tersebut, maka dengan sendirinya, lulusan ilmu komunikasi akan masuk bursa kerja maha ketat. Mereka tak bersaing hanya dengan sesama jurusannya, mereka tiada kena sortir pelamar yang ketat dan ekslusif sedari awal.

Maka itu, mengacu pengalaman penulis, tak jarang kemudian lowongan ilmu komunikasi pun “direbut” yang bukan alumni linear. Sering pula terjadi, alumnus ilmu komunikasi yang tak punya keahlian spesifik, dengan mudah dilibas lulusan non komunikasi yang otodidak namun gaul dengan keahlian komunikasinya.

Lalu, jika merujuk kebutuhan riil di lapangan, variabel yang bisa digunakan sebetulnya banyak. Tapi kita lakukan pendekatan paling sederhana dulu, semisal kebutuhan lulusan ilmu komunikasi di Jawa Barat dengan merujuk tingkat keterbacaan koran.

Sebagai media konvensional senior di provinsi ini, dalam catatan penulis, total oplah seluruh koran sekitar 450.000 s.d 500.000 koran/hari. Jika diasumsikan satu koran dibaca tiga orang, maka tirasnya mencapai 1,5 juta-an.

Jumlah penduduk Jawa Barat sendiri akhir tahun 2016 mencapai 47 juta, dengan usia produktif sekitar 65% diantaranya (30 juta), sehingga penetrasi keterbacaan adalah masing-masing mencapai 3,191% dari total penduduk serta 5% dari usia produktif.

Artinya, tingkat utilitas sekaligus peluang pasarnya relatif sangat kecil. Ditambah budaya baru membaca media massa ke arah media baru/new media, maka terjadi posisi begini: Alumni ikom bersaing sangat ketat untuk pasar (konvensional) yang cenderung terbatas!

Skills yang Dibutuhkan

Sekali lagi, jika merujuk variabel media konvensional, peluang tak demikian besar. Namun pantang surut apalagi jatuh mental, karena sesungguhnya bukan kebutuhan lulusan komunikasinya yang sempit, namun arah skills yang harus lebih ditajamkan.

Pada hari ini, ketika new media kian tumbuh eksponensial bergerak melampaui utilitas dan peluang pasar media konvensional, maka dibutuhkan kompetensi unik, spesifik, dan menarik yang harus dimiliki lulusan ilmu komunikasi dalam arungi medan ketat.

Kompetensi tersebut, selain merujuk pada keahlian dasar ilmu komunikasi (penulis menyebutnya kemampuan menulis, public speaking, multimedia, dan event management), juga harus seiring dan sejalan dengan kebutuhan dari new media.

Atau dalam istilah lain yang dipopulerkan Indra Utoyo dalam buku Silicon Valley Mindset (Gramedia Pustaka Utama, 2016), haruslah beriringan dengan peradaban ekonomi konseptual yang menekankan high thinkhigh tech, namun high touch.

Setelah era manufaktur digantikan era informasi, kini adalah saatnya era yang tak selalu bertumpu pada irisan antara padat modal dan padat kerja. Inilah era yang penuh usungan akan nilai-nilai ide, konsep, kreativitas, dan inovasi.

Selamat datang di http://www.pelajaransekolahonline.com/ era ekonomi kreatif (ekraf), wahai lulusan ilmu komunikasi! Sebuah zaman dimana peluang terlihat sempit pada bidang aplikasi ilmu konvensional, namun sangat terbuka lebar dengan aneka peluang ilmu komunikasi penyokong ekonomi kreatif.

Inilah waktu tepat dan akurat jika para alumni komunikasi tak selalu harus bekerja pada profesi yang itu-itu saja: Jurnalis/humas/iklan/manajemen komunikasi.

Namun, di sisi lain, ada ratusan hingga ribuan startup se-Indonesia yang memerlukan sentuhan skills spesifik lulusan komunikasi. Dengan rerata pendiri berlatar teknik informatika, mereka perlu mitra yang faham berkomunikasi ke publik.

Tak hanya itu. Merujuk data Badan Ekonomi Kreatif Kota Bandung Agustus 2016 contohnya, peluang juga terbuka lebar selain usaha rintisan digital tadi, juga pada bidang ekraf dengan serapan terbesar yakni fashion sebesar 52,78%, kerajinan (16,76%), kuliner (16,16%), desain (3,1%), dan seterusnya

Dengan barometer ekraf ini berasal dari Barat, terutama Silicon Valley Amerika Serikat, maka lulusan komunikasi yang ingin kompetitif ini harus pula dilengkapi kemampuan orientasi global dengan diawali kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Paling aktual kita bisa lihat merger agensi iklan dan humas terbesar tanah air, Dwi Sapta Group, dengan agensi global asal Inggris, Dentsu Aegis Network pada pekan ini, yang memang ditujukan dalam meluaskan pasar Dwi Sapta ke 145 negara yang sudah dikuasi Dentsu.

Karena itu, sebagai konklusi, ilmu komunikasi malah makin aktual dan diperlukan –sekalipun bidang ilmunya inklusif dan dalam proses in making– terutama untuk ranah implementasi ilmu berbasis new media dan ekonomi kreatif. Maju terus Ilmu Komunikasi Indonesia!

Demikian artikel tentang” Lulusan Ilmu Komunikasi, Mau Dibawa ke Mana?, semoga bermanfaat

 Baca juga artikel pendidikan lainnya :

Wujudkan Pendidikan Merata, Pemerintah Bantu Anak Yatim Piatu

mobricks.com – Total jumlah anak yatim piatu yang terdata hingga sekarang berjumlah 896.781 anak. Pada tahun 2016, anak yatim piatu penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) berjumlah 158.933 anak, dan sisanya sejumlah 736.848 anak belum mendapatkan KIP dipastikan segera memperoleh manfaat dana program ini di tahun 2017.

anak yatim

Pemberian KIP untuk anak yatim piatu merupakan wujud nyata dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun pendidikan yang merata, berkeadilan dan berkualitas di tahun 2017. Upaya ini diharapkan membawa manfaat yang besar bagi pembangunan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.

“Anak-anak yatim piatu merupakan bagian dari sasaran penerima KIP tahun 2017 yang ditargetkan sebesar 16,4 juta siswa dari keluarga miskin, termasuk peserta didik yatim piatu dari sekolah maupun panti sosial/panti asuhan,” ujar Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di hadapan Jokowi, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/1/2017) Contoh Proposal Usaha

Dia mengungkapkan ada tiga poin yang dibahas dalam pelaksanaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017. Dia menyebutkan, pertama peningkatan pemerataan layanan pendidikan meliputi optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dan optimalisasi pendidikan serta kebudayaan dari pinggiran. (Baca: Kartini Perindo Berbagi dengan Anak Yatim)

Kedua, kata dia peningkatan mutu, relevansi dan daya saing yang mencakup implementasi kurikulum 2013, penguatan pendidikan karakter, peningkatan daya saing melalui pendidikan kejuruan dan keterampilan, peningkatan kualitas dan tata kelola guru dan tenaga kependidikan serta penguatan sistem penilaian. Ketiga lanjut dia, mengenai penguatan tata kelola pendidikan dan kebudayaan yang mencakup sinergi pusat dan daerah dalam pelaksanaan UU Nomor 23 tahun 2014 serta penguatan kelembagaan, tata kelola satuan pendidikan dan kebudayaan.

“Wujud nyata dari arahan Presiden untuk membangun pendidikan,” ucapnya.

Baca Juga :

Sifat Unsur Dan Jenis Konstitusi

mobricks.com – Konstitusi merupakan hukum yang mengikat, pemerintah sebagai sebuah penyelenggara negara, dan rakyat sebagai warga negara Yang berisi norma-norma, aturan atau ketentuan-ketentuan yang bisa serta harus dilaksanakan merupakan suatu Perundang-undangan atau konstitusi yang tertinggi dan mempunyai fungsi sebagai sebuah alat yang dapat mengontrol terhadap norma-norma hukum yang lebih rendah dan memuat aturan-aturan pokok yang bersifat singkat dan supel serta memuat suatu hak asasi manusia, sehingga dapat memenuhi tuntunan zaman.

Sifat Unsur Dan Jenis Konstitusi

Nilai-Nilai Konstitusi

– Nilai normatif merupakan suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu negara, dan bagi negara atau suatu bangsa konstitusi ini tidak berlaku hanya dalam arti hukum atau legal, namun juga kekuatan nyata di masyarakat dalam arti ini berlaku efektif dan dilakukan secara ketat dan konsisten.

– Nilai nominal ialah suatu konstitusional menurut hukum yang berlaku, akan tetapi tidak sempurna. Dalam ketidak sempurnaan yang disebabkan pasal tertentu tidak berlaku atau tidak seluruh pasal yang terdapat dalam sebuah konstitusi berlaku untuk seluruh wilayah negara Keluarga Mario Teguh

– Nilai semantik, nlai ini merupakan suatu konstitusi yang berlaku sebagai suatu kepentingan penguasa. Kekuatan untuk memobilisasi, penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat dalam pelaksanaan kekuasaan politik.

Unsur-Unsur Konstitusi

Unsur-unsur yang harus dimuat di dalam sebuah konstitusi menurut pendapat Lohman yakni:

– Konstitusi sebagai suatu perwujudan kontak sosial, yaitu merupakan suatu perjanjian dari sebuah kesepakatan antara warga negara dengan pemerintahnya.

– Konstitusi sebagai penjamin dalam hak asasi manusia, yaitu merupakan penentu hak dan kewajiban warga negara serta sebuah badan pemerintahan.

– Konstitusi sebagai forma regiments merupakan sebuah kerangka pembangunan pemerintah.

Tujuan Konstitusi

– Konstitusi mempunyai suatu tujuan untuk memberikan suatu pembatasan sekaligus pengawasan terhadap sebuah kekuasaan politik.

– Konstitusi memiliki tujuan untuk melepaskan suatu kontrol kekuasaan dari penguasaan sendiri.

– Konstitusi bertujuan untuk memberikan sebuah batasan-batasan ketetapan bagi para penguasa dalam menjalankan sebuah kekuasaannya.

Jenis-Jenis Konstitusi:

Konstitusi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

– Konstitusi tertulis, ialah suatu naskah yang menjabarkan atau menjelaskan sebuah kerangka dan tugas-tugas pokok dari suatu badan-badan pemerintahan serta untuk menentukan cara kerja dari suatu badan-badan pemerintahan tersebut. Konstitusi tertulis ini dikenal dengan undang-undang dasar.

– Konstitusi tidak tertulis, ialah sebuah aturan yang tidak tertulis yang ada dan dipelihara dalam suatu praktik penyelenggaraan negara di suatu negara. Konstitusi tidak tertulis ini dikenal dengan konvensi.

Fungsi Konstitusi

Konstitusi mempunyai fungsi agar berperan dalam suatu negara. Fungsi konstitusi sebagai berikut :

– Konstitusi berfungsi untuk membatasi kekuasaan suatu pemerintah agar tidak terjadi suatu kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh pemerintah agar hak bagi warga negara terlindungi dan tersalurkan atau konstitusionalisme
– Konstitusi mempunyai fungsi sebagai piagam kelahiran suatu negara atau a birth certificate of new state
– Fungsinya untuk sumber hukum tertinggi
– Fungsinya untuk alat yang membatasi kekuasaan
– Fungsi nya untuk sebuah identitas nasional dan lambang
– Fungsinya untuk pelindung hak asasi manusia dan kebebasan warga suatu negara.

Konstitusi dalam suatu ketatanegaraan pada suatu negara sangat penting, itu karena untuk menjadi sebuah tolak ukur kehidupan dalam bernegara dan berbangsa untuk mengetahui suatu aturan pokok yang ditujukan baik kepada suatu penyelenggara negara maupun pada masyarakat dalam ketatanegaraan.

Baca Juga :

Persaingan Dalam Sosiologi

mobricks.com – Persaingan merupakan proses sosial disasosiatif dimana tiap individu atau antar kelompok manusia yang ikut serta didalam proses tersebut. Saling berebut mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan dan pada masa tertentu yang menjadi pusat perhatian publik. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan cara yang menarik perhatian publik.

Persaingan Dalam Sosiologi

Dengan mempertajam prasangka yang sudah ada, tanpa menggunakan ancaman juga kekerasan. Tipe dari persaingan mencakup persaingan pribadi atau rivarly dan persaingan diantara kelompok. Dengan tipe persaingan tersebut akan menghasilkan beberapa bentuk persaingan:

– Persaingan Pada Bidang Ekonomi

Persaingan ini terjadi akibat dari keterbatasan dari semua jumlah benda-benda pemuas dari kebutuhan individu yaitu manusia didalam masyarakat, sementara disisilain banyak pihak yang saling membutuhkan satu sama lain. Persaingan ekonomi akan terfokus pada hal-hal seperti perebutan jumlah pelanggan, dan persaingan didalam dunia produksi barang dan jasa yang akan berpusat kepada perebutan sumber bahan baku dan juga daerah penjualan profillengkap.com

– Persaingan Pada Bidang Kebudayaan

Persaingan pada bidang kebudayaan lebih sering terlihat ke pada arah aplikasi teknologi komunikasi didalam mendokumentasikan kebudayaan itu sendiri. Seperti pada pembuatan film serta seni musik modern tetapi masih ada beberapa yang tradisional.

– Persaingan Didalam Mencapai Kekuasaan Dan Peranan Tertentu Didalam Masyarakat

Persaingan seperti ini sering terjadi dilingkungan lembaga-lembaga atau badan-badan serta instansi tertentu yang ada didalam lingkup pemerintahan. Seperti saat diadakannya PILKADA atau pilpres atau pemilihan anggota DPR. Mereka akan bersaing dengan cara sehat maupun cara yang tidak sehat.

– Persaingan Rasial

Persaingan rasial atau ras sekarang ini sering terjadi seperti perang dingin. Persaingan ini tidak disebutkan tetapi tetap masih dilakukan didalam masyarakat. Persaingan ras pada umumnya muncul saat seorang ataupun kelompok tertentu yang memang lebih superior yang menyuarakan ras dari merekalah yang paling terbaik.

Fungsi Persaingan Didalam Sosiologi

Walaupun persaingan merupakan proses sosial disasosiatif tetapi persaingan ternyata mempunyai beberapa fungsi tetapi didalam batas yang tertentu:

– Sebagai alat untuk mengadakan seleksi sosial.

Ini terjadi Apabila persaingan diantara pihak yang disadari oleh pemikiran pemikiran yang sehat. Maka persaingan akan berfungsi sebagai alat yang menyeleksi mana individu ataupun kelompok yang mempunyai kualitas yang lebih baik.

– Untuk menghasilkan pembagian kerja secara efektif.

Dengan adanya persaingan dan kualitas dari setiap individunya maka akan terlihat, sehingga kelebihan dan kemampuan serta kekurangan mereka akan terlihat juga. Karena adanya persaingan maka kita bisa menentukan posisi dan juga kedudukan setiap individu.

Baca Juga :

Masuk SMA Akan Pilih Jurusan IPA? Baca Dulu Informasinya!

Masuk SMA Akan Pilih Jurusan IPA? Baca Dulu Informasinya!

mobricks.com –  Tak mau pindah sekolah, ke SMK mungkin? Sudah mantap dengan pilihan SMA? Bagi Anda yang memang punya orientasi kuliah memang memilih sekolah lanjutan SMA akan sangat baik karena disana akan dituntut untuk paham teori – teori pembelajaran dan wawasan yang nantinya akan sangat penting dalam menunjang tes ke perguruan tinggi.

Bagi Anda yang memang yakin benar untuk memilih SMA, nantinya di SMA dalam semester tertentu Anda akan dianjurkan memilih jurusan. Apakah Anda akan memilih jurusan IPA atau malah akan memilih jurusan IPS? Bahkan ada juga jurusan bahasa sekarang – sekarang ini. Diantara ketiganya memang yang paling dikenal “keren” oleh pelajar adalah IPA akhirnya banyak pelajar yang berlomba – lomba untuk masuk di jurusan IPA. Atau mungkin demikian juga dengan Anda? Bagi Anda yang akan memilih IPA sebagai jurusan di SMA, ada beberapa aspek yang Anda harus pertimbangkan. Apa sajakah itu? simak di  https://goo.gl/Is8RsS

Pertimbangkan Ini Sebelum Pilih Jurusan IPA 

Anak IPA terkenal pandai

Benarkah anak IPA semuanya pintar? Sebenarnya sih, rata – rata anak IPA memang pandai, tetapi yang pandainya pakai kata “banget” hanya beberapa saja dan sisanya ya biasa – biasa saja atau malah ada yang jauh dari kata pintar. Kecuali sih SMA yang benar – benar oke dan hanya anak pintar yang bisa masuk pasti pandai – pandai semua anak IPAnya. Jadi semua itu juga tergantung dimana sekolahnya. Kalau Anda merasa bisa dengan semua tentang IPA dapat memilih jurusan IPA.

Anak IPA bahagia?

Anda dapat research di media sosial tentang anak IPA. Baca saja statusnya baik di BBM, Facebook, Instagram atau sebagainya. Adakah diantara mereka yang bebas dan bahagia pakai kata banget? Mungkin yang muncul adalah tugas yang banyak, tugas yang menumpuk dan semua status tentang tugas. Kapan dong rekreasinya?

Anak IPA Individualis?

Entah siapa yang pertama kali menyebarkan gosip tentang hal ini. Akan tetapi memang anak IPA kebanyakan dikategorikan sebagai anak yang individualis. Menurut wikipedia sendiri bahwa sikap dan sifat individualisme ini merupakan sifat pandangan moral yang menekankan kemerdekaan manusia serta kepentingan bertanggung jawab. Pada intinya seorang yang punya sikap dan sifat individualis akan melanjutkan prospek dan kehendak berdasarkan keinginan pribadinya. Bahkan apa – apa sering dikerjakan sendiri. Kemana – mana sendiri. Kalau kata orang Jawa itu “pelit”. Diantaranya ada yang kedapatan seperti ini belum?

Sebagai anak IPA ada baiknya menyerap yang baik dan meninggalkan yang buruk. Kalau individualis terlalu berlebihan juga tidak baik pada kehidupan sosial nantinya. Jadi bersikap sewajarnya saja ya. Semoga informasi diatas tentang Pertimbangkan Ini Sebelum Pilih Jurusan IPA bermanfaat.

 Baca juga artikel pendidikan lainnya :

Cara Mendidik Anak Kerajinan Menabung dan Mengatur Uang

Cara Mendidik Anak Kerajinan Menabung dan Mengatur Uang

www.mobricks.com – Bunda, tak hanya kedisiplinan dan juga sopan santun saja lho yang harus Anda ajarkan kepada anak-anak, cara untuk menggunakan serta menyimpan uangnya pun juga merupakan salah satu hal yang harus dipahami oleh anak-anak sejak usia dini. Hal yang demikian ini nantinya tentu akan sangat bermanfaat sekali bagi dirinya pada saat dewasa kelak. Tetapi yang jadi masalahnya tuh, kira-kira bagaimana ya bund cara mengajarkan atau pun mendidik sih anak untuk bisa cerdas dalam menggunakan uang alias bisa jadi anak kerajinan menabung dan bisa mengatur uangnya dengan lebih bijak?

cara-mendidik-anak-kerajinan-menabung-dan-mengatur-uang

Berikut ini adalah beberapa cara mudahnya yang bisa Anda terapkan pada sih kecil agar anak bisa kerajinan menabung dan mengatur uangnya dengan baik dan lebih bijak. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini ya bund.

Cara mendidik anak kerajinan menabung dan mengatur uang

Memperkenalkan dengan dunia pekerjaan

Anak yang masih balita atau kecil memang masih belum paham dan mengerti dari mana sih datangnya uang. Nah, untuk bisa membantunya mengerti arti cari uang, Anda bisa mengajak sih kecil berbicara mengenai pekerjaan. Ayah atau bunda bekerja sebagai apa, untuk apa, dan juga apa yang akan didapatkan dengan bekerja. Bunda, juga bisa kok  menghubungkan dengan cara memberikan cerita pada sih kecil mengenai penjualan buah atau pun dongeng “red riding hood” yang sedaang menjual korek api.

Memperkenalkan anak dengan celengan dan bank

Selain hal di atas, coba deh bund Anda beli celengan kecil lucu yang disukai oleh anak-anak dan ajaklah anak Anda bermain. Di setiap dia melakukan beberapa hal yang baik, contohnya saja dia akan mendapatkan uang sebesar Rp 100 rupiah. Bagaimana anak Anda akan menyimpan uangnya tersebut? Contohnya saja dengan cara memasukkan uangnya ke dalam celengan. Dan jelaskan kenapa uang tersebut perlu dia simpan, dan di mana saja dia bisa menyimpan uangnya.

Belajar untuk bisa lebih hemat

Ingat ya bund, jangan pernah membiasakan menurut apa saja yang anak Anda inginkan. Sebab yang demikian ini nantinya tak hanya menjadikan sih kecil jadi anak yang manja dan seenaknya sendiri, akan tetapi anak Anda juga tidak bisa belajar bahwasannya sesuatu harus diperjuangkan untuk bisa mendapatkannya. Katakana saja bahwasannya membeli banyak barang tersebut tak baik. mengajarkan atau mendidik anak membeli apa yang memang dia butuhkan sendiri pada saat ada di toko.

http://www.gurupendidikan.com/sejarah-agama-islam-di-dunia-telengkap-menurut-para-ahli/ Memang sih tak mudah mengajarkan atau mendidik anak yang seperti kami singgung diatas, tapi mengajarkan semua itu sejak dini malah jadi bekal besar bagi anak And nantinya. Semoga cara mendidik anak kerajinan menabung dan mengatur uang di atas bermanfaat.

Baca Juga :

Cara Mendidik Anak di Usia Dini Menurut Para Ahli yang Baik dan Benar

Cara Mendidik Anak di Usia Dini Menurut Para Ahli yang Baik dan Benar

www.mobricks.com – Mendidik anak di usia dini menurut para ahli atau pun yang umumnya lebih dikenal dengan istilah pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan yang umumnya ditempuh sebelum jenjang pendidikan taman kanak-kanak. Hal yang demikian ini adalah salah satu bentuk upaya yang dilakukan para orangtua dengan tujuan untuk pembinaan pada rangsangan pendidikan usia 0 hingga 6 tahun.  Selain hal tersebut juga bertujuan untuk membantu perkembangan sih anak secara rohani dan juga jasmani supaya sih anak alami kesiapan yang cukup pada saat memasuki pendidikan yang lebih lanjut lagi, baik secara formal, non formal, atau pun informal.

Cara Mendidik Anak di Usia Dini Menurut Para Ahli yang Baik dan Benar

Tak hanya itu saja, pendidikan anak usia dini menurut para ahli ini merupakan salah satu bentuk dari pendidikan yang lebih utamakan pada peletakan dasar yang arahkan kepada pertumbuhan dan perkembangannya seperti dengan perkembangan fisik, perkembangan moral, agama, dan perkembangan kecerdasaan atau pun kognitif.

Pemberian pendidikan anak usia dini

Selian dengan yang sudah kami singgung di atas, hal yang juga tak kalah pentingnya adalah perkembangan sosio emosional atau sikap emosi dari segi bahasa serta komunikasi. Hal tersebut sesuai dengan tahapan perkembangan berdasar kelompok usia yang nantinya akan dilalui oleh anak usia dini.

Pemberian pendidikan anak usia dini jika menurut para ahli ini akhirnya memunculkan berbagai karakteristik dari sih anak usia dini tersebut, diantara pribadi yang unik, imajinasi, suka fantasi, mempunyai keingintahuan yang cukup besar, mempunyai sisi egosentris besar, masa paling potensial untuk belajar, mempunyai tingkatan konsentrasi yang pendek, serta sebagai bagian dari makhluk social. Dengan mengetahui karakteristik pada anak maka diharapkan orangtua bisa membentuk kepribadian sih anak jadi pribadi yang baik nantinya saat dia dewasa.

Pendidikan yang ideal dan baik seharusnya sudah dilakukan sejak dia lahir hingga jadi dewasa dengan cara menggunakan pendekatan secara alamiah. Pendidikan anak pada usia dini ini menurut para ahli lebih menganjurkan supaya orangtuanya memberi kebebasan sesuai bakat yang dimiliki oleh anak. Sehingga dengan demikian anak nantinya akan dapat menjadi dirinya sendiri serta mengeluarkan potensi yang dia miliki secara maksimal. Selain hal tersebut pendidikan agama tersebut juga merupakan salah satu hal yang memiliki peranan penting dan harus dilakukan di mana pun anak Anda berada.

http://www.gurupendidikan.com/10-jenis-dan-pengertian-ham/ Tujuan utama diberikan pendidikan anak usia dini ini sendiri adalah untuk bisa menciptakan anak Indonesia dengan kualitas baik dan bisa tumbuh serta berkembang berdasarkan tingkatan perkembangannya, sehingga anak akan mempunyai cukup kesiapan untuk bisa hadapi kehidupan di masa dewasanya kelak.

Demikian cara mendidik anak di usia dini menurut para hali yang baik dan benar. Semoga saja informasinya bermanfaat.

Baca Juga :

Dilema dan Peranan Strategis Pendidikan Agama di Sekolah

Dilema dan Peranan Strategis Pendidikan Agama di Sekolah

www.mobricks.com – Pendidikan agama di sekolah memang memiliki peranan strategis di dalam mewujudkan fungsi dan juga tujuan dari pendidikan nasional. Hal yang demikian ini tentu selaras dengan amanat UUD no 20 2003 mengenai sisdiknas.

Dilema dan Peranan Strategis Pendidikan Agama di Sekolah

Ketercapain fungsi dan juga tujuan itu tidaklah pernah terlepas dari peran pendidikan agama, sebagaimana termasuk di dalam pasar 2 no 55 2017 mengenai pendidikan agama. Terkadang ada juga yang mempertanyakan urgensi peranan pendidikan agama, saat ada siswa terbukti melanggar, norma masyarakat atau pun agama. Padahal guru pendidikan agama tak pernah ada hentinya mengingatkan pada siswa atau peserta didik tersebut agar taat beribadah dan juga memiliki budi pekerti luhur di kehidupan sehari-hari.

Realitasnya, peserta didik terkadang juga jadi kebingungan sebab materi yang mereka dapatkan di sekolah acap kali berbeda dengan kenyataan yang dilihat di masyarakat. Pertama adalah adab berpakaian, pada materi pendidikan agama Islam membahas mengenai adab dalam berpakaian, tetapi guru pendidikan agama mendidik peserta didik untuk bisa menutup aurat, akan tetapi mereka lihat fakta berbeda di lapangan. Dan kedua adalah ketaatan, peserta didik diajarkan untuk mentaati peraturan lalu lintas, tapi faktanya tak sedikit pelajar berkendaraa dengan melanggar peraturan tersebut, dan masih ada banyak lagi yang lainnya.

Kompetensi inti di sekolah

Pertama adalah pembentukan akhlak mulai pada lingkup sekolah, tak hanya jadi tugas para guru pendidikan agama dan juga PKn saja, akan tetapi juga jadi tanggung jawab guru semua mata pelajaran yang ada. Kurikulum 2013 mengamanatkan pada guru semua mata pelajaran yang mengaitkan empat kompenen inti, diantaranya sikap social, spiritual, pengetahuan, dan juga keterampilan. Kedua adalah dukungan dari masyarakat. Jika masyarakat bisa mendukung lewat cara memberi teladan baik, contohnya saja dengan membuang sampah di tempatnya, berbusana menutup aurat, berlaku jujuur, dan tertib berlalu lintas, dengan sendirinya peserta didik tersebut menirukan perilaku itu. Bahkan bila sudah jadi kebiasaan anak, hal tersebut akan jadi karakter.

report text Dan yang ketiga adalah seleksi berita atau tayangan pada media masa. Peranan media masa, khususnya untuk media elektronik ini memang sangat berpengaruh sekali pada perilaku anak. Sebab itulah, pemilik media jangan hanya pentingkan aspek bisnis semata, tetapi juga nasib anak bangsa. Di sini peran penting KPID untuk dapat mengontrol media agar pemberitaannya dapat mengedukasi dan juga mencerahkan. Dan yang terakhir adalah sinergitas antara pemangku kepentingan serta keteladanan pejabat pemerintah yang nantinya akan jadi rujukan masyarakat, termasuk buat peserta didik.

Demikianlah tadi informasi tentang dilema dan peranan strategis pendidikan agama di sekolah yang bisa kami bagikan. Semoga saja bermanfaat.

Baca Juga :

Dampak Anak Tak Dapatkan Pendidikan Disiplin

Dampak Anak Tak Dapatkan Pendidikan Disiplin

www.mobricks.com – Bunda, untuk bisa mendisiplikan buah hati, bahkan Anda dapat memulainya sejak usia dini, karena proses pembelajaran disiplin ini juga tak semata-mata orangtua yang keras di dalam mendidik anak dengan cara menetapkan sejumlah aturan, akan tetapi juga dengan cara memberikan contoh yang lebih nyata lagi lewat sikap dan juga kegiatan sehari-hari yang telah dilakukan oleh para orang tua sebagai teladan dan juga panutan bagi anak-anaknya. Dan berikut ini adalah beberapa dampak jika anak tidak mendapatkan pendidikan disiplin yang harus Anda tahu.

Dampak Anak Tak Dapatkan Pendidikan Disiplin

Dampak anak tak dapat pendidikan disiplin

Jadikan anak balita berbuat semaunya

Pada saat memasuki usia balita pasti saja anak Anda sudah mulai kenal dan dapat mengerti apa yang telah disampaikan oleh Anda sebagai orangtuanya. Nah, di saat inilah Anda juga dapat memulai jalankan pola disiplin dengan berbicara padanya, dan tak hanya lewat sikap dan perbuatan saja, pengertian dapat Anda berikan juga pada anak sesuai usianya tentang batasan aturan yang ingin Anda terapkan.

Dan dalam usia yang terhitung masuk pada tahapan perkembangan dimana anak Anda akan mulai tumbuh serta penasaran dengan banyak hal tersebut terhitung cukup sulit sekali untuk diberikan pengertian sehingga butuh ketekunan dan ketelatenan untuk menjadikannya mengerti tentang pola disiplin yang akan Anda berikan. Untuk bisa menerapkan pola disiplin tersebut, Anda harus tahu dan mengerti tiga rule utama, yakni taktik, pengertian serta penyampaian yang jelas.

Anak pra sekolah akan sulit ikuti jadwal

Anak pra sekolah ini umumnya sudah mulai mempunyai jadwal tetap sehari-harinya yang harus dia patuhi dan juga jalankan dengan disiplin. Anak pada masa ini akan mulai diberi tanggung jawab untuk bisa menepati jadwal serta waktu sesuai apa yang telah dibuat. Walaupun demikian, peranan orangtua tetap besar serta tak dapat dihilangkan begitu saja,. Masih ada banyak hal yang harus mendapatkan bimbingan Anda supaya dia bisa berfokus pada pola kegiatan sehari-hari.

Anak sekolah dasar kelas rendah

kata kata bijak cinta bahasa inggris Dalam waktu ini Anda dapat melihat bila pola disiplin tak diterapkan dengan baik, maka nantinya Anda akan mendapati bila anak di masa ini jadi cukup teledor dan juga kesulitan dalam mengikuti ritme aturan di sekolah yang sudah diterapkan baginya. Memasuki masa sekolah dasar pastinya peraturan serta jadwalnya jauh lebih berat dan ketat daripada saat anak ada di usia pra sekolah. Oleh sebab itulah saat pola disiplin tak diterapkan, akan ada banyak hal yang tak berjalan seperti yang diharapkan.

Itulah beberapa dampak anak tak dapatkan pendidikan disiplin yang bisa kami informasikan kepada Anda. Semoga saja bisa bermanfaat dan menginspirasi.

Baca Juga :